KEBERANIAN MENGAMBIL KEPUTUSAN
Mei 31, 2009Ketika kita berada di persimpangan jalan, apa yang kita lakukan ? Jalan mana yang harus diambil ? Apakah kita hanya duduk saja menunggu ” ilham” yang akan memeberitahukan kita untuk memilih yang terbaik ?
Seringkali kita menunda mengambil keputusan, atau tidak mengambil keputusan sama sekali, karena terdorong rasa takut. Pada dasarnya rasa takut menunda datangnya kesempatan. Ketakutan yang berlebihan membuat kesempatan itu tidak pernah akan datang.
Tapi di sisi lain, pengambilan keputusan secara serampangan tanpa pertimbangan matang juga bisa menghilangkan kesempatan. Yang kita perlukan adalah pemikiran yang tuntasa untuk mengambil keputusan terbaik. Dan yang lebih penting adalah keberanian mengambil keputusan dan melaksanakannya.
Dalam mengambil keputusan, cobalah melihat sesuatu daris udut pandang lain,jangan terjebak dengan common sense, karena apa yang baik bagi sebagian orang belum tentu baik bagi diri kita.
Ketika kita mengambil sudut pandang yang berbeda, seringkali kita mendapatkan peluang lebih besar untuk melakukan sesuatu lebih baik …. Kata-Kata Mutiara Dosis tinggi < William Tanwidjaja>
BERLARI LEBIH CEPAT
Mei 24, 2009Jika dikejar Anjing, seseorang bisa berlari lebih cepat dari biasanya. Dalam situasi yang penuh tekanan, kita bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari diri kita. Sayangnya, kita seringkali enggan memasuki dunia yang penuh tekanan. Kita lebih suka menciptakan lingkungan yang nyaman dari pada memasuki medan pertempuran. Seringkali kita terjebak dalam confort Zone ( wilayah kemapanan yang menjebak). Sehingga kita enggan berlari, dan menjadi mangsa kompetitor kita.
Dalam posisi nothing to lose, biasanya kita lebih berani mengambil resiko. Lebih berani berlari dan meninggalkan apa pun di belakang kita. Mark Cuban, pemilik Daltas Mverick, menasehati kita ” Semakin muda Anda mulai, akan semakin baik. Jika Anda masih lajang memiliki lima orang teman kos dan sebuah mobil butut , you have nothing to lose. Makin banyak urusan dan kewajiban yang Anda miliki, maka semakin mungkin Anda tidak berani meninggalkan slip gaji”.
Semakin berat beban di punggung kita, semakin sulit bagi kita untuk berlari lebih cepat dari biasanya……………….,
Setiap kali saat fajar menyingsing, seekor rusa terjaga
ia tahu hari ini ia harus lari lebih cepat
dari seekor singa yang tercepat
jika tidak, ia akan terbunuh.
Setiap kali saat fajar menyingsing
seekor singa terbangun dari tidurnya
ia tahu hari ini ia harus mampu mengejar rusa yang paling lambat
jika tidak, ia akan mati kelaparan
Tak masalah apakah kau seekor rusa atau seekor singa
karena setiap kali fajar menyingsing sebaiknya engkau mulai berlari ….
(Puisi Tradisional Rimba Afrika)
Saya bisa saja bangun jam sembilan pagi dan menjadi petani kacang,
atau bangun jam enam pagi dan menjadi Presiden
( Jimmy Carter, Mantan petani kacang yang menjadi Presiden Amerika Serikat )
Di ambil dari buku : William Tanuwidjaja Kata-kata Mutiara Dosis Tinggi
INFORMASI UN 2009
Januari 8, 2009UN 2009 tinggal beberapa bulan lagi. PERMEN & POS UN sudah diterbitkan oleh DIKNAS. Salinan PERMEN & POS UN sudah dikirim di milis DKI. Untuk yang belum memperoleh saya muat lagi di Blog ini agarAnda bisa mempersiapkan anak didik lebih baik !
Change Is a Choice
November 26, 2008Change Is a Choice ( Perubahan adalah Pilihan). Perubahan selalu terjadi, tidak bisa dielakkan dan penting. Walau Anda tidak menginginkan perubahan, kehidupan akan terus berlanjut, tanpa ataupun dengan Anda. Kalau selamanya Anda bertahan dengan pikiran kolot bahwa tanpa perubahan semua akan baik-baik saja, itu berarti kondisi hidup Anda berada pada puncak kemunduran. ( Timotius Adi Tan – dare to change )
Ketika saya ditunjuk untuk mendampingi teman-teman dalam pelatihan ICT saya sangat antusias menerima tawaran itu demikian juga teman-teman yang menjadi peserta pelatihan. Semua larut dalam pelatihan karena dalam benak masing-masing terpatri satu kata yaitu ” berubah” . Perubahan ini yang mendorong kita untuk meningkatkan kompetensi di bidang ICT.
Kita tidak ingin predikat penghambat perubahan ini mampir kehdapan kita, manakala kita masih saja bersikukuh memegang sebuah prinsip yang harusnya mengalami perubahan.
Saya mencoba menuliskan kembali cerita yang saya ambil dari buku dare to change karangan Timotius Adi Tan. ceritanya sebagai berikut :
Di sebuah Pertambangan pasir tradional, ada dua tokoh atau pelaku utama. Sebut saja namanya Budi dan Iwan. Budi selalu berpikir bahwa dirinya hanya sanggup mengangkat sepuluh pikul pasir se hari. Baginya itu cukup dan masih ada waktu untuk besok. Jadi setelah menyelesaikan sepuluh pikulan, Budi menghabiskan waktu dengan tidur-tiduran, ngobrol atau melamun memikirkan nasibnya yang tidak pernah berubah, ” Nasib ya Nasib… mengapa begini ?” Begitu lantunannya setiap hari. Makanya penghasilannya tidak jauh dari yang ia sanggup.
Iwan yang berprofesi sama dengan Budi, Iwan memiliki etos kerja yang berbeda dengan Budi. BAginya bekerja ada kerajinan, loyalitas, memanfaatkan waktu dan tenaga dengan baik, juga melihat peluang yang bisa dilakukan. Tapi jangan salah, walaupun cuma angkut pasir, peluang tetap ada. Misalnya IWan bisa mengangkut dua puluh pikul pasir setelah pekerjaan utamanya beres, dia msih mengangkut batu. Apa yang dilakukan berbuah manis. IWan bisa membawa pulang uang lebih besar dari Budi.
Namanya juga kerja di suatu perusahaan yang sama dengan jabatan yang sama pula, apa yang dihasilkan Iwan membuat Budi bertanya-tanya ” KEnapa si IWan lebih kinclong dari saya, jabatan kita kan sama, IWan bisa beli sepatu baru, malam minggu bisa jalan-jalan kenapa saya ngak ? Jangan-jangan dia Korupsi. Pasti ada permainan nakal, tidak bisa dibiarkan aku harus lapor ke komisi anti korupsi.”
Untunglah sebelum Budi bergerak melapor, Erwin datang menerangkan bagaimana cara kerja Budi dan IWan. Kalau Budi ingin berpenghasilan seperti IWan, dia harus mengubah pola kerjanya, sikap,d an ketekunannya. Sampai kapan pengahsilannya tidak akan berubah kalau pola kerjaanya tidak berubah. Istilahnya mah no pay no game, tidak akan ada hasil tanpa kerja keras. Budi harus memilih antara diam dengan hasilnya selama ini atau berubah untuk hasil yang lebih baik. Kalau dia tetap melakukan polah yang sama maka dia tidak mengkin memperoleh hasil seperti Iwan. …
EMPAT LILIN
November 11, 2008
Cerita 4 Lilin ini ( DAMAI – IMAN – CINTA – HARAPAN ) menjadi bahan refleksi kita semua untuk menjadikan hidup ini lebih Indah. ( Cerita saya dapat dari E-mail yang dikirim kepada saya – Tulisan dari NN )
Anda dapat mengklik (empat-lilin ) untuk melihat tampilan dalam bentuk PowerPoint. Terima kasih !!! semoga bermanfaat !!
EMPAT LILN
Yang pertama berkata:
“Aku adalah Damai
Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata:
“ Aku adalah Iman
Sayang aku tak berguna lagi.
Manusia tak mau mengenalku,
Utnuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
“ Aku adalah Cinta
Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.
Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.
Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….
dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!!!
Jujur dan Berani
Juli 9, 2008Di Kerajaan X hiduplah seorang raja yang sudah tua. Beliau tidak menyiapkan putra makota. Beliau memberikan kebebasan kepada semua warga untuk mencalonkan diri menjadi Raja, maka dibuatlah sebuah sayembara. Beliau mengumpulkan seluruh warga kerajaan dan menyampaikan sayembara untuk menduduki tahta kerajaan X.
Warga kerajaan X berkumpul di istana. Semua pemuda antusias untuk mengikuti sayembara tersebut. Beliau memberikan biji kepada peserta sayembara untuk ditanam dan dirawat selama setahun. Setahun kemudian seluruh peserta sayembara tersebut hadir kembali dengan membawa tanaman dari biji yang diberikan raja. Semua antusias dengan tanamannya masing-masing. Si Udin Salah seorang peserta sayembara menerima biji dari Raja setahun yang lalu pulang ke rumah ia menanam. tiap hari ia menyiram. namun biji tersebut tidak tumbuh-tumbuh. Raja mengumpulkan kembali peserta sayembara. Semua hadir dengan tanaman yang subur-subur. Si Udin datang hanya membawa biji yang diberikan raja setahun yang lalu.
Semua antusian memandang tanamannya masing-masing. Si udin penuh percaya diri datang hanya membawa biji yang tidak tumbuh-tumbuh. Hadirlah raja di depan peserta. Beliau memandang semua peserta dengan tanamannya masing-masing. semua di hening dan saling memandang siapa ya !!!! yang akan dipilih raja untuk memimpin kerajaan X ? Tiba-tiba raja menunjuk Si Udin. Semua peserta kebingungan dan bertanya kenapa Raja memilih si Udin yang hanya datang membawa biji yang diberikan kepada peserta setahun yang lalu ?
Dengan tenang Raja menyampaikan alasan mengapa dia memilih si Udin. Semua diam mendengarkan alasan raja.
Hai saudara-saudaraku, Saya memilih udin untuk menggantikan poisi saya, karena dia orang yang jujur dan berani. Peserta yang hadir tambah penasaran. Biji yang saya berikan setahun yang lalu adalah biji yang sudah direbus. Kalian mengganti biji tersebut. Sementara si Udin tidak menggantikan biji tersebut dia datang dengan biji yang telah saya berikan setahun yang lalu. Dia tidak mengganti biji tersebut. Dia jujur dan berani datang dengan biji yang telah saya berikan …………..sementara yang lain mengganti biji dan merekayasa menjadi tanaman yang subur dan hijau.
Apa yang dapat di simpulkan dari cerita di atas !!!!!
tunggu ya !!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Sukses adalah sebuah Pilihan
September 22, 2007Sukses adalah cita-cita setiap insan yang bernama manusia. Tidak ada seorangpun yang menghendaki kegagalan dan menderita dalam hidupnya . Semua ingin sukses dan Bahagia. Untuk mencapai kesuksesan terlebih dahulu anda menetukan goal setting ( tujuan hidup). Dalam menentukan tujuan hidup ini jangan terlalu muluk-muluk tapi mulai dari hal-hal yang sederhana.
Pembelajaran berkesinambungan adalah persyaratan minimum untuk sukses dalam bidang apa pun. ( Denis Waitley)
Maka ingatlah selalu 3 M :
Mulailah dari diri sendiri
Mulailah dari hal terkecil
Mulailah dari saat ini juga
Ditulis oleh Bubun 


